Kebahagiaan masa SERIBU TAHUN

Renungan PINGGIR :  WAHYU  20 : 1 – 6

oleh Pdt. Jemmy R. Matheos

             Kebahagiaan  masa “seribu tahun”  –atau milenium–.   Ungkapan ini adalah metafora, perlambangan atau “simbolisme”.  Surat Wahyu menyampaikan dan menyingkapkan pesan-pesan penguatan kepada jemaat mula-mula yang sedang teraniaya dengan gaya simbolisme, atau perlambangan. Pesan-pesan ini hanya dapat dimengerti pada kalangan terbatas, khususnya  pengikut Yesus yang teraniaya. Mereka diingatkan untuk tetap setia –karena penderitaan yang mereka alami bukan selamanya– .  Ada janji untuk menerima kebahagiaan di masa Seribu Tahun.  

             Tentang  Kerajaan Seribu Tahun, Robert Emslie — pengajar di Grand Canyon University  dalam The Millenium: Four Interpretations of Revelation 20—  menguraikan bahwa  ada 4 penafsiran untuk
Wahyu 20 : Pertama Amilinealisme,  memandang 1.000 tahun adalah metafora untuk Zaman Gereja, melihat 1.000 tahun tahun sebagai metafora untuk jangka waktu yang panjang dimulai dengan kedatangan Kristus.  Kedua Postmillenialisme,  memahami millineum sebagai perjuangan berkelanjutan antara Gereja dan dunia yang akan  memuncak dalam Kedatangan Kedua dan keadaan kekal. Ketiga Premillenialisme Historis,  memandang dunia terus memburuk menuju penganiayaan besar terhadap umat Kristen yang dikenal sebagai masa kesengsaraan di mana banyak umat Kristen akan menjadi martir.  Setelah masa kesengsaraan, Kristus akan kembali, dan umat Kristen yang tersisa akan diselamatkan serta Satan akan terikat selama 1.000 tahun. Pada akhir 1.000 tahun, akan ada satu pertempuran terakhir antara Kristus dan Satan yang dilepaskan di mana Satan akan dikalahkan untuk terakhir kalinya dan dikirim ke nasib akhirnya di Danau Api.   Keempat, Premillennialisme Dispensasional,  membagi seluruh sejarah manusia menjadi serangkaian “dispensasi” di mana cara Tuhan berinteraksi dengan manusia didasarkan pada berbagai perjanjian dan pengaturan.   Sedangkan, dengan pendekatan dari metafora sederhana, Chelsey Harmon, dalam artikel “The Thousand Years, in Revelation 20 : 1 – 6 Commentary,   berkata “10 adalah  angka  lengkap, dan  3 angka Ilahi, jadi 10x10x10  adalah angka seribu, ini masa pemerintahan Kristus sesudah kebangkitan-Nya, bahkan ini angka untuk kekekalan, atau selama-lamanya”. Demikian juga “penguasa” yang menganiaya   pengikut Kristus, sebagai anti Kristen itu  digambarkan sebagai “naga, si ular tua, yakni iblis dan setan”  (ayat 2a), kekuasaannya akan ditanggalkan dalam gambaran ayat 2b-3a  “Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,  lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa”.  Gambaran ini menyampaikan bahwa para penguasa waktu itu tidak akan berada di atas tahta untuk berkuasa untuk jangka waktu yang lama, namun akan diganti dengan penguasa baru yang menerima kekristenan dengan baik,  dan  jangka waktu ini digambarkan sebagai waktu seribu tahun. Semua gambaran ini sebagai pesan-pesan penguatan dan penghiburan yang disampaikan  rasul Yohanes di Pulau Patmos, di mana para pengikut Kristus akan mengalami masa-masa kesengsaraan  penuh dengan penganiyaan berat, tapi akan datang waktunya  masa “kebahagiaan”, datangnya pertolongan Tuhan. 

           Masa sekarang  di era AI  ini,  manifestasi dari pengaruh “naga, si ular tua, yakni iblis dan setan”   semakin menjadi-jadi  dalam bentuk “roh jahat”. Bukan saja mendatangkan kesengsaraan melalui penganiayaan, tapi juga berwujud  godaan   dengan “kesenangan manis, kesuksesan, dan keberhasilan”  seolah-olah  kebahagiaan dari Tuhan, padahal menyesatkan.  Bagaimana menghadapinya ?  Dengan ketaatan dan kepenuhan Roh Kudus, untuk dapat membedakan mana manifestasi jahat dan mana manifestasi benar.   Kristus yang bangkit, menyertai kita sebagai gereja dalam wujud Roh Kudus, Amin